ΓΌ Sinopsis Novel
Buku 5 cm ini menceritakan tentang
persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian,
dan Genta. Mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Arial adalah sosok
yang paling ganteng diantara mereka, berbadan tinggi besar. Arial selalu tampak
rapi dan sporty. Riani adalah sosok wanita berkacamata, cantik, dan cerdas.
Riani adalah satu-satunya perempuan di antara kelima sahabat ini. Ia mempunyai
cita-cita bekerja di salah satu stasiun TV. Zafran seorang picisan yang
berbadan kurus, anak band, orang yang apa adanya dan kocak. Ian memiliki postur
tubuh yang tidak ideal (gemuk), penggila bola, dan penggemar Happy Salma. Yang
terakhir adalah Genta. Genta selalu dianggap sebagai “The leader” oleh
teman-temannya, berbadan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul,
berkacamata, aktivis kampus, dan teman yang easy going.
Lima sahabat ini telah menjalin
persahabatan selama tujuh tahun. Suatu ketika mereka merasa jenuh dengan
aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama-sama. Terbesit ide untuk tidak
saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Ide tersebut
pun disepakati oleh kelima sahabat ini. Selama tiga bulan berpisah itulah
terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Arial
yang jatuh cinta sama teman fitnessnya, Riani yang sukses di tempat kerjanya,
Ian yang akhirnya berhasil menyelesaikan skripsinya, Genta yang sukses sebagai
EO sebuah pameran dan Zafran yang semakin tergila-gila sama Arinda, adik kembar
Arial.
Pertemuan setelah tiga bulan yang
penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah
perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita,
dan cinta. Dalam perjalanan tersebut mereka menemukan arti manusia
sesungguhnya. Semuanya terkuak dalam sebuah perjalanan ‘reuni’ mereka mendaki
gunung tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru.Sebuah petualangan pendakian yang sangat
mengundang kekhawatiran. Perpisahan dan perjalanan yang mereka lewati ini
ternyata telah membuat mereka menjadi manusia yang sesungguhnya, tidak hanya
seonggok daging yang hanya bisa bicara, berjalan, dan punya
nama. Perjalanan tersebut membawa mereka bukan hanya petualangan alam yang
seru, tetapi juga petualangan mencari arti sebuah kehidupan ke gunung Mahameru.
Di sepanjang perjalanan menuju Puncak Mahameru, banyak sekali hal-hal yang
menakjubkan yang membuat mereka mengerti akan arti hidup, lebih menghargai
alam, dan memunculkan kecintaan terhadap Negara tercinta.